Tag: k3

  • 5 Manfaat Penerapan K3 Bagi Perusahaan

    5 Manfaat Penerapan K3 Bagi Perusahaan

    Dalam sebuah diskusi rencana pengembangan galangan kapal, si pemilik menjelaskan kondisi dan prospek pasar galangan kapal miliknya kepada calon manajer operasional.

    “Untuk market kita sangat bagus pak. Kapal-kapal yang beroperasi terhitung banyak di sekitar sini, sementara jumlah galangan hanya ada lima yang beroperasi. Lokasi dan fasilitas juga saya kira cukup bagus, supplier material mudah dijangkau.”

    Diskusi mengalir antara kedua belah pihak dengan hampir tanpa perbedaan pendapat mengenai strategi pengembangan galangan kapal tersebut. Hingga pada di akhir diskusi, si calon manajer operasional melempar pertanyaan:

    “Bagaimana dengan penerapan keselamatan kerjanya?”

    Yang kemudian dijawab oleh si pemilik galangan kapal:

    “Aduh, kalau untuk soal itu, kita belum bisa lah. Mahal, belum cukup modal untuk urusan begitu. Yang penting karyawan dikasih Jamsostek cukup lah.”

    Perbincangan hari itu menghasilkan kesimpulan bahwa kedua pihak bersedia bekerjasama, dan masalah penerapan keselamatan kerja “ditunda dulu”.

    Pada suatu kesempatan saya bertemu dengan seorang kepala galangan kapal yang sementara membuka lahan untuk pembangunan kapal baru (new building).

    “Saya ini belum punya pengalaman sama sekali dengan dunia galangan kapal mas. Tapi saya ditantang sama si pemilik modal untuk membangun galangan.” Si kepala galangan mulai masuk ke inti pembicaraan sesuai maksud dan tujuan pertemuan ini.

    “Untuk urusan operasional, saya sudah ketemu tim yang hebat, mereka sudah komplit, jadi tinggal jalan. Tapi mereka minta ke saya untuk mencari yang bisa ngurusi masalah safety. Dan satu-satunya yang mereka tunjuk, yah sampeyan mas.”

    Perbincangan di warung kopi siang itu berlanjut, hingga si kepala galangan melemparkan pertanyaan seperti ini:

    “Memangnya apa sih manfaat penerapan K3 bagi perusahaan?”

    Ini pertanyaan yang wajib dijawab oleh setiap praktisi K3. Berikut ini adalah gambaran tentang beberapa manfaat penerapan K3 di perusahaan. 

    1. Mencegah kerugian berupa cedera, kehilangan waktu kerja (lost time)

    Dengan menerapkan program-program K3, artinya perusahaan telah mengidentifikasi potensi-potensi bahaya yang mengancam, serta telah melakukan upaya-upaya pengendalian (control) terhadap potensi ancaman bahaya tersebut.

    Semakin detail hasil identifikasi potensi bahaya berkaitan dengan pekerjaan, semakin besar peluang untuk melakukan pengendalian bahaya, sehingga risiko kerugian akibat cedera dapat diturunkan.

    2. Mencegah timbulnya denda (penalti), dan biaya-biaya yang tidak perlu

    Melalui langkah-langkah pencegahan insiden, maka perusahaan telah menghilangkan atau meminimalisir adanya potensi kerugian akibat denda, ganti rugi atau biaya-biaya tak terduga lainnya.

    Berbagai biaya terkait kejadian sebuah kecelakaan (accident) bisa berupa: biaya santunan, ganti rugi, penalti akibat keterlambatan target produksi, denda pencemaran lingkungan, dan biaya lainnya yang berurusan dengan pihak-pihak (termasuk oknum) terkait.  

    3. Operasional perusahaan lebih efektif dan efisien

    Menerapkan K3 dalam proses pekerjaan artinya telah melakukan perencanaan, melakukan prediksi dan menentukan langkah tepat sehingga kendala yang berpotensi merugikan bisa dihindari.

    4. Meningkatkan moral dan Motivasi karyawan

    Perusahaan yang menerapkan program K3 terbukti berkaitan dengan loyalitas dan motivasi kerja karyawan. Penerapan K3 adalah bentuk tanggung jawab moral perusahaan terhadap karyawan.

    Sikap karyawan yang bekerja di lingkungan kerja dengan tingkat kecelakaan kerja yang tinggi akan berbeda dengan sikap karyawan saat bekerja di lingkungan yang aman. Tidak percaya? silahkan buktikan sendiri!

    5. Membentuk citra positif perusahaan

    Sebuah perusahaan tambang yang setiap tahun kabarnya terjadi kecelakaan fatal. Sebagai calon karyawan yang sedang aktif mencari pekerjaan, apakah kamu akan menjadikan perusahaan itu sebagai tujuan utama untuk berkarir? Mungkin tidak. Kamu akan bekerja di sana kalau terpaksa.

    Penerapan K3 yang baik akan membentuk citra yang baik pula bagi tenaga kerja, pemangku kepentingan, calon pelanggan dan masyarakat secara umum.

    Pada umumnya pengusaha dan pengurus perusahaan menilai penerapan K3 sebagai beban operasional dan tidak sejalan dengan produktivitas. Hal ini adalah tugas bagi praktisi HSE untuk memberitahu dan mengkampanyekan manfaat penerapan K3 bagi perusahaan.

    Baca juga: Tips Memulai Karir Sebagai HSE Officer

  • Tips Memulai Karir sebagai HSE Officer

    Tips Memulai Karir sebagai HSE Officer

    Bagi kamu yang berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, atau baru lulus kuliah tapi masih bingung mau memulai bekerja di bidang apa, salah karir yang saat ini sedang keren adalah sebagai HSE Officer. Sudah tau profesi ini? Kalau belum, silahkan kamu simak ulasannya sampai tuntas!.

    Dari istilahnya, HSE adalah singkatan dari Health, Safety dan Environment. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dapat diartikan sebagai Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan, atau disingkat K3L.

    HSE Officer adalah seseorang yang bertugas mengawasi penerapan K3L di perusahaan agar memenuhi persyaratan regulasi pemerintah dan standar dari lembaga atau pihak-pihak terkait.

    Di perusahaan dikenal beberapa istilah untuk penyebutan bagi petugas K3L, di antaranya: Safetyman, Safety Officer, HSE Officer, HSE Staff, HSE Inspector, QHSE Officer, HSSE Officer, HSE Supervisor, QHSSE Manager, dan lain sebagainya.

    Perbedaan istilah tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan organisasi suatu perusahaan, level jabatan, dan bidang industri. Istilah untuk petugas K3L di manufaktur mungkin berbeda dengan di pertambangan, minyak dan gas, konstruksi atau power plant. Namun tugas mereka tetap sama kok.

    Baca Juga: Mengenal HSE Officer, Profesi yang Sulit Tergantikan oleh AI

    Sebenarnya, HSE Officer berpeluang untuk diterima bekerja di berbagai bidang perusahaan atau industri. Namun kembali lagi pada kebutuhan sebuah perusahaan dan kepatuhan pada regulasi yang berlaku.

    Pada umumnya, perusahaan yang memiliki visi untuk ekspansi pasar yang luas dan untuk bisnis berkelanjutan akan berkomitmen kuat pada HSE. Karena mereka menyadari bahwa penerapan K3L adalah syarat bagi perusahaan yang ingin terus tumbuh dan berkembang.

    Beberapa perusahaan atau bidang industri yang saat ini banyak membutuhkan tenaga HSE Officer di antaranya; perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas, pertambangan mineral dan batu bara, konstruksi, manufaktur, biochemical, farmasi, power plant, otomotif, dll.

    Baca Juga: Peluang Karir bagi HSE Officer di Berbagai Industri

    Ruang lingkup tugas dan tanggung jawab HSE Officer meliputi;

    • Upaya pencegahan kecelakaan (incident) yang dapat menimbulkan cedera dan berakibat pada hilangnya jam kerja atau loss time injury (LTI), serta mencegah timbulnya kerusakan aset (property damage),
    • Melakukan pengontrolan lingkungan kerja dan promosi kesehatan agar tenaga kerja berperilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penularan atau timbulnya penyakit akibat kerja (work related disease),
    • Mengidentifikasi sumber-sumber pencemaran lingkungan (environmental pollution), melakukan pengukuran dan pengendalian (control) terhadap faktor-faktor pencemaran tersebut.

    Secara detail, tugas-tugas HSE Officer dapat diuraikan sebagai berikut:

    1. Melakukan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko K3L

    Salah satu tugas penting seorang HSE Officer adalah melakukan identifikasi terhadap potensi-potensi bahaya yang ada di seluruh area pengawasannya. Setelah potensi bahaya teridentifikasi, selanjutnya adalah menilai risiko untuk menentukan skala prioritas pengendalian.

    Melalui lima level pengendalian risiko (eliminasi, subtitusi, engineering, adminitrasi dan APA), petugas HSE harus memastikan bahwa semua risiko yang ada di tempat kerja telah dikendalikan hingga turun ke level yang dapat diterima, atau biasa dikenal dengan istilah ALARP (As Low As Reasonable Practicable).

    2. Mengidentifikasi Kebutuhan Pemenuhan Regulasi dan Stanadr K3L

    Penerapan K3L di perusahaan adalah berdasarkan regulasi dan persyaratan dari pemerintah, dan standar-standar yang ditetapkan dari lembaga atau pihak terkait.

    Regulasi pemerintah, dalam hal ini Negara Kesatuan Republik Indonesia telah menetapkan peraturan perundang-undangan terkait penerapan K3L. Mengidentifikasi peraturan dan persyaratan apa saja yang wajib dipenuhi terkait kegiatan operasional perusahaan merupakan tugas HSE Officer.

    Selain regulasi pemerintah, berlaku juga standar yang ditetapkan oleh lembaga independent sebagai bentuk pengakuan terhadap komitmen penerapan K3L dan bentuk jaminan terhadap pelanggan atau calon pelanggan.

    3. Mengembangkan Program K3L

    Tugas HSE Officer meliputi pemantauan K3L, yakni dengan mengembangkan program-program sesuai dengan hasil analisis risiko dan persyaratan regulasi pemerintah maupun standar yang berlaku.

    Dengan kemampuan mengidentifikasi kebutuhan K3L secara rasional akan memudahkan bagi HSE Officer untuk menarik partisipasi aktif semua level jabatan di perusahaan, mulai dari manajemen puncak hingga pelakasana.

    4. Merancang Program Pelatihan K3L

    Dua hal penting terkait upaya penerapan keselamatan dan Kesehatan kerja adalah pengetahuan (knowledge) dan kepedulian (awareness) seluruh level jabatan di perusahaan. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian itu maka perlu dilakukan pelatihan.

    Seorang HSEOfficer bertanggung jawab mengidentifikasi dan merancang program pelatihan K3L sesuai dengan kebutuhan organisasi perusahaan. Dengan menggunakan metode pelatihan yang tepat, diharapkan mampu menarik antusiasme seluruh level karyawan.

    5. Menginisiasi Investigasi Insiden

    Salah satu tugas penting seorang HSE Officer adalah melakukan investigasi terhadap kejadian kecelakaan di perusahaan. Melalui kegiatan investigasi dapat ditarik kesimpulan penyebab kejadian dan menjadi dasar untuk langkah pencegahan agar hal serupa tidak berulang.

    Laporan hasil investigasi perlu disampaikan kepada pimpinan, biasanya akan dibahas dalam HSE Committee meeting. Di dalam rapat inilah akan ditentukan tindakan perbaikan yang perlu dilakukan dan siapa yang harus melaksanakannya.

    HSE Officer memilik peran penting untuk menyampaikan laporan investigasi, memberikan saran perbaikan berdasarkan keilmuan dan regulasi pemerintah serta standar yang berlaku.

    6. Membuat Laporan Pelaksanaan K3L

    Sejauh mana progress program K3L yang telah dilaksanakan, apa kendala yang dialami, jumlah dan insiden yang ada di tempat kerja, semua harus dilaporkan secara rinci.

    Membuat laporan performa K3L adalah tugas penting bagi HSE Officer di perusahaan. Laporan ini bertujuan menyajikan informasi atau gambaran komprehensif terkait K3L di lingkup perusahaan.

    Laporan pelaksanaan K3L juga akan menjadi data penting bagi pihak-pihak eksternal seperti pengawas ketenagakerjaan, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja, pihak penyelenggara asuransi, atau pelanggan (costumer).

    Baca Juga: Sasaran Kerja HSE Officer

    Skill Penting bagi HSE Officer

    Guna mendukung kinerja di perusahaan, seorang HSE professional perlu dibekali dengan skill-skill penting, antara lain;

    1. Skill dalam Melakukan Identifikasi Potensi Bahaya dan Analisis Risiko

    HSE professional harus mampu mengidentifikasi potensi-potensi bahaya dari aktivitas pekerjaan (method), alat (machine) dan material, bahkan dari tenaga kerja (men) yang ada di lingkungan perusahaan tempat ia bekerja.

    Data-data terkait ancaman dan potensi bahaya terhadap perusahaan perlu dianalisis untuk menilai tingkat risiko guna menentukan skala prioritas pengendalian serta mengambil Langkah-langkah pengendalian yang diperlukan.

    2. Skill Komunikasi

    Objek pengawasan seorang HSE Officer meliputi semua level jabatan yang ada di perusahaan, termasuk tamu, costumer dan pihak-pihak terkait lainnya. Untuk memudahkan tugas ini, seorang HSE Officer harus memiliki kemampuan komunikasi yang handal.

    3. Skill Memecahkan Masalah

    Permasalahan terkait K3L di perusahaan cukup kompleks. Hambatan pelaksanaan peraturan dan standar K3L bisa datang dari siapa saja, mulai dari pelaksana bahkan hingga top management.

    HSE Officer harus mampu mencari penyelesaian dari setiap masalah K3L yang muncul di tempat kerja. Sehingga tidak hanya jago menemukan masalah, tapi juga harus bisa memberikan solusi yang tepat.

    4. Skill dan Pengetahuan tentang Regulasi dan Standar K3L

    Merupakan sebuah kewajiban bagi HSE Officer untuk memahami dengan baik setiap regulasi, persyaratan dan standar terkait K3L. Ini adalah pedoman bagi petugas HSE dalam menjalankan tugasnya.

    5. Skill Melakukan Pelatihan

    Salah satu program penting dalam penerapan K3L di perusahaan adalah pelatihan. Seorang HSE Officer harus mampu melakukan proses transfer knowledge dan awareness kepada setiap level jabatan di perusahaan. Melalui pelatihan yang efektif diharapkan perilaku selamat dapat ditularkan.

    6. Skill Kepemimpinan dan Persuasif

    Sebagai HSE Officer wajib menjadi role model atau contoh yang baik terkait penerapan K3L bagi setiap orang di perusahaan. Dengan jiwa kepemimpinan dan kemampuan persuasif diharapkan mampu mengajak karyawan untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman.

    7. Skill Fokus pada Hal-Hal Detail

    Tertarik pada hal-hal detail dan melakukan analisis secara proaktif, mengidentifikasi potensi-potensi bahaya dan analisis risiko adalah inti dari penerapan K3L. Mengabaikan hal kecil justru dapat mengakibatkan kecelakaan fatal dan kerugian besar.

    Satu contoh, misalnya insiden nearmiss di lapangan, meskipun tidak sampai menimbulkan cedera, tetapi hal tersebut bisa jadi pertanda penting, bahwa ada bahaya besar yang harus segera dikontrol.

    8. Skill Manajemen Krisis dan P3K

    Walaupun program-program pencegahan kecelakaan telah dilakukan, namun tidak menutup kemungkinan adanya celah atau kegagalan fungsi. Langkah menghadapi kondisi darurat perlu dipersiapkan. Termasuk pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

    9. Skill-Skill Penunjang Lainnya

    Model dan metode penerapan K3L akan terus berkembang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seorang HSE Officer harus mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut dan siap untuk terus belajar hal-hal baru.

    HSE Officer tidak boleh ketinggalan dengan perkebangan teknologi. Banyak perangkat lunak dan perangkat keras yang hari ini digunakan untuk mempermudah kehidupan manusia, termasuk untuk pekerjaan seorang HSE.

    • Peluang karir yang terbuka luas, baik di dalam maupun di luar negeri. Saat ini kita bisa menyaksikan banyak warga negara Indonesia yang berkarir sebagai HSE professional di luar negeri.
    • Posisi HSE juga memberikan kesempatan untuk belajar hal-hal baru. Sistem kerja yang menantang, memberikan peluang untuk pengembangan diri (self-development).
    • Jumah permintaan terhadap tenaga kerja HSE Officer masih tinggi, khususnya di dalam negeri.
    • Termasuk jabatan yang hanya boleh diduduki oleh warga negara Indonesia, sehingga tidak akan ada persaingan dengan tenaga kerja asing.
    • Hal tak kalah menariknya lagi, tawaran gaji bagi seorang HSE Professional cukup menggiurkan. Dari situs Persolkelly, sebuah perusahaan bidang sumber daya manusia merilis range salary bagi professional HSE berkisar antara 5 hingga 120 juta rupiah.

    Baca Juga: 6 Keuntungan Berkarir sebagai HSE Officer

    Untuk memulai karir sebagai HSE Officer kamu dapat melakukan beberapa langkah berikut ini:

    Pertama, Pilihlah pendidikan yang linier dengan bidang K3. Saat ini sudah ada program studi khusus K3L. Atau dapat juga memilih jurusan-jurusan lain seperti; Teknik lingkungan, Teknik Industri, Perawat, Hiperkes, dll.

    Kedua, Membangun citra diri (Personal Branding). Media sosial bisa menjadi wadah untuk menampilkan kemampuan dan pemahaman kamu terkait K3L.

    Ketiga, Kembangkan Skill-skill penunjang, seperti; kemampuan berbahasa asing, mengoperasikan program komputer, internet, artificial intelligence, dan teknologi pendukung lainnya

    Keempat, Aktif bersosialisasi, membangun relasi dengan para praktisi di bidang K3L dapat membuka peluang untuk memulai karir di bidang ini.

    Kelima, Mengikuti pelatihan dan sertifikasi K3L, ini sangat membantu membuka jalan bagi siapa saja yang ingin berkarir sebagai HSE professional. Namun kamu harus pintar-pintar memilih lembaga pelatihan agar tidak sekedar dapat sertifikat, tapi ilmu dan penerapannya nol.

    Baca Juga: 5 Langkah Memulai Karir HSE Officer

    Setelah membaca ulasan di atas, apakah kalian sudah punya gambaran tentang profesi ini?.

    Coba tuliskan di kolom komentar sejauh mana persiapan kamu untuk memulai karir sebagai HSE Officer!

    (Tulisan ini pernah publish di akun LinkedIn Firman Alimuddin)

    Referensi

    10 Essential Skills Every HSE Officer Should Master for Workplace Safety

    Salary Guide Persolkelly

  • Basic Training for HSE Officer

    Basic Training for HSE Officer

    Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah kebutuhan penting bagi perusahaan saat ini. Semakin berkembangnya industri dan perusahaan di Indonesia berbanding dengan meningkatnya kebutuhan terhadap jaminan keselamatan dan kesehatan karyawan.

    Hal tersebut sejalan dengan Regulasi Pemerintah Indonesia, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang No. 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, dan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 terkait Ketenagakerjaan.

    Untuk memenuhi hal tersebut, maka dibutuhkan petugas K3 yang akan membantu penerapan persyaratan-persyaratan K3 di Perusahaan.

    Untuk menjadi seorang Petugas K3 atau biasa dikenal sebagai HSE (Health, Safety and Environment) Officer, seseorang perlu mengikuti pelatihan Basic Safety Officer Training.

    Basif Safety Officer Training ini bertujuan membantu peserta untuk dapat memiliki pemahaman Dasar-Dasar yang dibutuhkan bagi calon HSE Officer.

    Training ini diperuntukkan bagi kamu yang ingin berkarir di bidang (K3) untuk berbagai bidang industri, mulai dari perkantoran, pendidikan, manufaktur, jasa, hingga tambang dan perminyakan, untuk memenuhi posisi sebagai Safety Officer, Health and Safety Officer, Petugas Keselamatan dan Kesehatan, HSE Officer, dll.

    Untuk dapat mengikuti pelatihan ini, setidaknya kamu sudah menempuh pendidikan di Bangku Sekolah Menangah Atas. Pelatihan ini akan memudahkan kamu untuk memulai karirmu di bidang K3.

    Tujuan Pembelajaran

    1. Memahami Langkah-langkah Menjadi HSE Officer Pemula
    2. Memahami Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
    3. Memahami Dasar-Dasar Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
    4. Memahami Dasar-Dasar Identifikasi Potensi Bahaya dan analisis Bahaya Pekerjaan
    5. Mengetahui Regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    Manfaat Pelatihan

    Membantu peserta dalam merencakan karir sebagai HSE Officer

    Durasi Belajar: 2 Jam 40 Menit

    Peserta

    • Mahasiswa Aktif
    • Freshagraduate
    • Petugas K3 Pemula

    Aktivitas

    9 Video

    1. Dasar-dasara K3

    Dasar-dasar K3 (durasi 20 menit)

    Kuis K3 (durasi 10 menit)

    2. Identifikasi dan pemenuhan peraturan K3

    Regulasi K3 (durasi 10 menit)

    Identifikasi pemenuhan regulasi K3 (durasi 10 menit)

    Kuis identifkasi dan pemenuhan peraturan K3 (durasi 10 menit)

    3. Sistem manajemen K3

    Sistem manajemen K3 part 1 (durasi 10 menit)

    Sistem manajemen K3 part 2 (durasi 10 menit)

    Sistem manajemen K3 part 3 (durasi 10 menit)

    Kuis SMK3 (durasi 10 menit)

    4. Identifikasi potensi bahaya

    Identifikasi potensi bahaya (durasi 10 menit)

    Analisis keselamatan kerja (durasi 10 menit)

    Kuis Identifikasi JSA (durasi 10 menit)

    5. Menyimak E-Book Praktis bagi HSE Officer Pemula

    6. Tugas Akhir

  • Peran HSE dalam Pencegahan Penyakit Akibat Kerja

    Peran HSE dalam Pencegahan Penyakit Akibat Kerja

    Satu hal yang sering diabaiakan oleh para petugas K3 atau HSE Officer adalah aspek Health atau kesehatan. Seringkali HSE hanya fokus pada upaya penerapan Safety (keselamatan), yakni zero accident atau nihil kecelakaan.

    Sementara, penyakit akibat kerja (PAK) merupakan salah satu gangguan yang serius terhadap produktivitas kerja. Sebagai praktisi HSE, kamu pasti sudah familiar terhadap hal ini, tetapi tidak ada salahnya kita segarkan lagi ingatannya.

    Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh teman-teman HSE Officer dalam melakukan pencegahan PAK di tempat kerja.

    Sumber penyakit di tempat kerja dapat berupa:

    • Bahaya fisika: getaran, kebisingan, pencahayaan, radiasi, debu,
    • Bahaya kimia: karsinogen dan toxic,
    • Bahaya biologi: virus, bakteri, kutu, allergen, toxic atau racun,
    • Bahaya: ergonomic; musculoskeletal disorder, low back pain,
    • Bahaya psikologi: faktor penyebab stress yang juga berdampak pada Kesehatan jasmani seseorang

    Secara detail mengenai persyaratan tentang faktor-faktor bahaya tersebut dipaparkan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 5 Tahun 2018 tentang K3 Linkungan Kerja. Silahkan teman-teman baca kembali peraturan tersebut.

    1. Upaya promotif, yakni promosi penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada seluruh karyawan di lingkungan perusahaan.
    2. Memasang poster himbauan pencegahan penyakit menular dan penyakit tidak menular (sekarang bisa lebih keren dengan menggunakan media digital, berbentuk video yang bisa langsung disebar ke grup-grup atau ditampilkan pada layar digital di tempat kerja).
    3. Menerapkan kawasan bebas asap rokok (ini yang agak sulit, karena terkadang HSE Officer juga ada yang perokok aktif).
    4. Menyelenggarakan kegiatan olahraga secara teratur dan terukur untuk karyawan.
    5. Mengatur gizi kerja, memotivasi tenaga kerja untuk menjaga pola makan agar tetap sehat.
    6. Medical Checkup, bertujuan untuk:
      • Mendeteksi penyakit secara dini, sehingga dapat dilakukan penanganan secara awal. Dengan begitu, memperkecil peluang penyakit meningkat ke stadium yang lebih parah.
      • Medical checkup juga bertujuan mencegah penularan penyakit yang dapat terjadi antara satu karyawan dengan karyawan yang lainnya.
      • Mengidentifikasi secara cepat adanya sumber-sumber bahaya yang memapar tenaga kerja dan mengukur keefektifan upaya pengendalian yang telah dilakukan.
    7. Menyiapkan fasilitas Kesehatan
      • Tempat mencuci tangan
      • Klinik (sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan)
      • Memberikan makanan tambahan untuk menunjang kebutuhan gizi kerja.
      • Melakukan program senam kesehatan tenaga kerja
      • Menyediakan sarana olahraga
      • Menyediakan tempat mandi dan ruang ganti untuk perusahaan dengan karakteristik bahaya tertentu.

    Tidak sebatas di tempat kerja, penting bagi setiap karyawan dibekali pengetahuan dan kepedualian agar bisa menjadi agen promotor kesehatan bagi anggota keluarga di rumah bahkan masyarakat sekitarnya.

    Tertarik jadi seorang HSE Officer? Coba cek and ricek pelatihannya di sini!

  • Mengenal HSE Officer, Profesi yang Sulit Tergantikan Oleh AI

    Mengenal HSE Officer, Profesi yang Sulit Tergantikan Oleh AI

    HSE Officer versus Artificial Intelligence

    Dari istilahnya, HSE adalah singkatan dari tiga kosa kata yakni: Health, Safety dan Environment. Dan jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, tiga kosa kata tersebut berarti Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan, atau disingkat K3L.

    Sementara Officer berarti petugas. Sehingga HSE Officer bisa diartikan sebagai jabatan seseorang yang bertugas mengawasi penerapan K3L di Perusahaan agar memenuhi persyaratan regulasi dan standar-standar dari Lembaga terkait.

    Ruang lingkup tugas dan tanggung jawab HSE Officer meliputi upaya pencegahan kecelakaan yang berakibat cedera (loss time injury), atau timbulnya penyakit akibat kerja (work related disease), kerusakan aset (property damage), dan pencemaran lingkungan (environmental pollution).

    Baca Juga!: Basic Training for HSE Officer

    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melahirkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Hal ini telah membawa perubahan besar dalam dunia kerja dan menyebabkan beberapa profesi hilang tergantikan oleh AI.

    Lalu bagaimana dengan Nasib HSE Officer?

    Melihat aspek-aspek pekerjaan bidang keselamatan kerja yang kompleks, dan berdasarkan beberapa alasan, maka dapat disimpulkan bahwa peran HSE Officer sulit atau bahkan tidak mungkin digantikan oleh AI.

    Berikut adalah beberapa alasan mengapa pekerjaan HSE Officer sulit tergantikan oleh AI:

    Pekerjaan HSE Officer berkaitan dengan risk assessment, penilaian situasional yang kompleks di tempat kerja. Mereka harus mampu menilai risiko kesehatan, keselamatan, dan lingkungan yang mungkin terjadi, serta membuat keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

    Kemampuan ini melibatkan pemahaman yang mendalam tentang kondisi fisik dan manusia di lingkungan kerja dan hal ini sulit untuk dilakukan sepenuhnya oleh AI.

    2. Kepemimpinan dan Persuasif

    Seorang HSE Officer tidak hanya bertanggung jawab untuk menerapkan kebijakan dan prosedur, tetapi juga untuk berinteraksi dengan pekerja dan manajemen.

    Mereka perlu memiliki kemampuan persuasif yang baik untuk memberikan pelatihan, memimpin pertemuan keselamatan, dan menyampaikan informasi tentang praktik terbaik dalam bidang kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.

    3. Kreativitas dan Adaptasi

    Lapangan kerja adalah lingkungan yang dinamis, HSE Officer sering kali harus berpikir secara kreatif dan mampu beradaptasi dengan cepat. HSE Officer harus mampu merancang solusi sesuai dengan situasi yang berkembang.  

    Untuk situasi seperti ini mungkin melibatkan aspek-aspek yang sulit diprediksi dan diuraikan oleh algoritma AI.

    4. Komunikasi, Konteks Budaya dan Regulasi

    Lingkungan kerja sering kali dipengaruhi oleh konteks budaya dan peraturan lokal yang kompleks. HSE Officer perlu memahami nuansa ini dan menyesuaikan pendekatan sesuai dengan kebutuhan spesifik tempat kerja tersebut.

    Bisa dibayangkan jika pekerjaan ini diserahkan sepenuhnya kepada AI yang hanya memahami regulasi tertulis, maka peraturan akan menjadi saklek. Hal ini rentan menimbulkan konflik karena AI tidak selalu mampu menginterpretasikan konteks budaya dan praktik kerja yang bersifat lokal dengan akurat.

    5. Tanggung Jawab Moral dan Etis

    Keputusan dalam bidang kesehatan, keselamatan, dan lingkungan sering kali memunculkan pertimbangan etis dan moral. HSE Officer harus dapat menyeimbangkan kepentingan berbagai pihak, termasuk pekerja, perusahaan, dan masyarakat luas, dalam membuat keputusan yang benar.

    Pertimbangan Moral dan etis tentu sulit dijangkau oleh AI yang selalu berpatokan pada hitungan matematis.

    Demikian beberapa alasan yang dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa peran HSE Officer memiliki banyak elemen yang sulit atau tidak mungkin digantikan oleh kecerdasan buatan atau AI dalam waktu dekat.

    Namun di satu sisi, AI dapat menjadi alat yang berguna dalam mendukung pekerjaan mereka, kehadiran manusia dalam peran ini tetap penting untuk memastikan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

    Referensi: