Category: Cara Safety

Your blog category

  • 5 Langkah Memulai Karir HSE Officer

    5 Langkah Memulai Karir HSE Officer

    Untuk memulai karir sebagai HSE (Health, Safety, and Environment) Officer diperlukan kombinasi kualifikasi untuk menghadapi situasi lapangan kerja yang kompleks.

    Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk memulai karir sebagai HSE Officer:

    Jika sejak awal kamu berencana menjadi seorang HSE Officer, maka pilihlah pendidikan yang lebih banyak dibutuhkan untuk posisi ini.

    Melihat permintaan pasar kerja, sebagian besar lowongan pekerjaan untuk posisi HSE Officer mempersyaratkan gelar Sarjana atau Diploma 3 dalam bidang terkait seperti Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Teknik Lingkungan, atau Ilmu Kesehatan Lingkungan.

    Gunakan platform media sosial untuk membangun personal branding kamu. Melalui media ini kamu bisa menampilkan keterampilan dan pengetahuan terkait K3. Kamu  bisa membagikan karyamu dalam bentuk tulisan, video, atau podcast.

    Persiapkanlah Curriculum Vitae (CV) yang menonjolkan pendidikan, keterampilan, dan pengalaman kamu di bidang HSE. Tulis surat lamaran yang mempertegas minatmu dalam keselamatan dan lingkungan, serta bagaimana kamu dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan tempatmu bekerja kelak.

    Skill atau keterampilan yang mampu menunjang karir HSE Officer terdiri atas hard skill dan soft skill.

    Hard skill di bidang HSE berupa; kemampuan melakukan Identifikasi bahaya dan analisis risiko (Hazard Identification and Risk Assessment), Risk Control, HSE Plan, penerapan Safe Work Practice, penerapan Ergonomi, pencegahan kebakaran dan ledakan, Hazardous Material Handling, pengelolaan limbah, dan audit lingkungan.

    Adapun soft skill yang perlu dikembangkan oleh HSE Officer berupa; kemampuan komunikasi, public speaking, problem solving, negosiasi, kemampuan persuasif, leadership.

    Kamu bisa mengasah kemampuanmu dalam bidang HSE melalui program magang, kerja part time, atau kerja suka rela. Ini dapat membantu kamu memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang aplikasi praktis dari konsep HSE dalam berbagai lingkungan kerja.

    Bangun jaringan, terhubunglah dengan para profesional HSE dan bergabunglah dengan organisasi atau komunitas terkait.

    Sekarang sudah sangat banyak grup-grup HSE, yang di dalamnya banyak sharing ilmu dan pengalaman tentang K3, kamu bisa bergabung secara gratis.

    Hal ini dapat memberi kamu kesempatan untuk belajar dari mereka yang telah sukses dalam bidang HSE, serta membuka peluang kerja yang potensial.

    Bagaimana jika terlanjur mengambil pendidikan selain program studi K3?, tenang saja, karena masih ada jalur lainnya, yakni melalui pelatihan-pelatihan dan sertifikasi bidang K3.

    Sebagai langkah awal untuk memulai karir di bidang K3, kamu bisa mengikuti program Training Ahli K3 Umum sertifikasi Kemnaker RI.

    Namun jika kamu termasuk orang yang awam terhadap K3, atau benar-benar belum dasar pengetahuan terkait K3 maka sebaiknya ikutlah program Basic Training for HSE Officer! Di dalam kelas pelatihan ini akan membantu kamu beradaptasi dan memudahkan untuk memahami prinsip dasar penerapan K3.

    Kesimpulan

    Dengan memperhatikan langkah-langkah di atas dan tekad yang kuat, kamu dapat memulai karir yang sukses sebagai HSE Officer. Ingatlah bahwa kesabaran dan ketekunan adalah kunci dalam meraih tujuanmu!

    Semakin cepat kamu memutuskan untuk memasuki dunia HSE, maka akan semakin membuka kesempatan untuk mempersiapkan diri sehingga peluangmu juga akan semakin terbuka luas.

    Kapan kamu bisa memulai karir sebagai HSE Officer?

    Tergantung pada pilihan kamu sendiri.

  • 6 Keuntungan Berkarir Sebagai HSE Officer

    6 Keuntungan Berkarir Sebagai HSE Officer

    Mungkin sebagian orang memilih berkarir sebagai HSE Officer karena kebetulan. Pada saat sedang menganggur tidak ada pekerjaan, kebetulan ada kenalan atau keluarga yang menawarkan pekerjaan sebagai HSE Officer.

    Namun jika dikenali lebih jauh, pekerjaan sebagai HSE Officer merupakan salah satu pilihan karir yang menjanjikan untuk jangka panjang. Kenapa bisa begitu?, berikut ini beberapa alasannya:

    Penerapan keselamatan dan Kesehatan kerja dan perlindungan lingkungan (K3L) merupakan tuntutan kebutuhan usaha dalam pemenuhan syarat perdagangan global.

    Pengaruh perdagangan global menuntut dunia usaha, pemerintah dan masyarakat untuk menerapkan (K3L) dalam rangka peningkatan efisiensi, efektivitas, kualitas usaha yang berkelanjutan guna mencapai produktivitas yang optimal. Kebutuhan yang luas ini memberikan peluang bagi seorang HSE professional untuk dapat diterima bekerja di industri manapun, baik secara nasional maupun secara global.

    Seorang HSE Officer memiliki akses pekerjaan secara menyeluruh di dalam perusahaan. Hal ini memberikan kesempatan untuk memahami flow process bisnis dari input hingga output.

    Dengan akses yang terbuka luas, maka HSE Officer memiliki kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan terkait core bisnis perusahaan. Dengan begitu, HSE Officer berpeluang menduduki posisi penting di dalam perusahaan.

    Bekerja sebagai HSE Officer akan selalu memberikan tantangan baru. Kondisi lingkungan kerja yang dinamis, persoalan di tempat kerja yang kompleks, semuanya adalah tantangan yang harus diselesaikan.

    Profesi HSE harus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan dunia bisnis. Kebijakan global menjadikan keselamatan kerja sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

    “Kuantitas dan kualitas profesional HSE masih perlu ditingkatkan”, hal ini termaktub di dalam Profil K3 Nasional Tahun 2022. Di dalam laporan tersebut juga dinyatakan bahwa angka Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja dengan tingkat fatality, trendnya masih meningkat dari tahun ke tahun.

    Dari data tersebut memberikan gambaran bahwa kebutuhan terhadap profesi HSE masih cukup tinggi di perusahaan skala nasional.

    Di dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 40 tahun 2012 tentang Jabatan-jabatan Tertentu yang dilarang diduduki Tenaga Kerja Asing, secara khusus menyebutkan bahwa penyelenggara keselamatan kerja pegawai (Occupational Safety Specialist).

    Penerapan keselamatan kerja adalah hal yang berkaitan dengan perilaku (habit), budaya (culture) dan hukum negara yang berlaku. Sebagai sesama anak bangsa, maka kita adalah yang paling kenal dengan perilaku, budaya dan hukum di negara kita sendiri. Inilah alasan jika seorang HSE Officer akan tetap menjadi tuan di rumah sendiri.

    Berdasarkan data yang dirilis oleh Persolkelly, sebuah perusahaan jasa pelayanan Human Resources menyatakan bahwa kisaran gaji bagi tenaga HSE di Indonesia mulai Rp 5.000.000,- hingga Rp. 125.000.000,- juta per bulan.

    Besaran gaji yang diterima oleh tenaga HSE bervariasi tergantung pada tingkat pengalaman kerja, dan jenis industri tempat ia bekerja.

    Bagaimana, apakah kamu tertarik memulai karir sebagai HSE Officer?

  • Mengenal HSE Officer, Profesi yang Sulit Tergantikan Oleh AI

    Mengenal HSE Officer, Profesi yang Sulit Tergantikan Oleh AI

    HSE Officer versus Artificial Intelligence

    Dari istilahnya, HSE adalah singkatan dari tiga kosa kata yakni: Health, Safety dan Environment. Dan jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, tiga kosa kata tersebut berarti Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan, atau disingkat K3L.

    Sementara Officer berarti petugas. Sehingga HSE Officer bisa diartikan sebagai jabatan seseorang yang bertugas mengawasi penerapan K3L di Perusahaan agar memenuhi persyaratan regulasi dan standar-standar dari Lembaga terkait.

    Ruang lingkup tugas dan tanggung jawab HSE Officer meliputi upaya pencegahan kecelakaan yang berakibat cedera (loss time injury), atau timbulnya penyakit akibat kerja (work related disease), kerusakan aset (property damage), dan pencemaran lingkungan (environmental pollution).

    Baca Juga!: Basic Training for HSE Officer

    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melahirkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Hal ini telah membawa perubahan besar dalam dunia kerja dan menyebabkan beberapa profesi hilang tergantikan oleh AI.

    Lalu bagaimana dengan Nasib HSE Officer?

    Melihat aspek-aspek pekerjaan bidang keselamatan kerja yang kompleks, dan berdasarkan beberapa alasan, maka dapat disimpulkan bahwa peran HSE Officer sulit atau bahkan tidak mungkin digantikan oleh AI.

    Berikut adalah beberapa alasan mengapa pekerjaan HSE Officer sulit tergantikan oleh AI:

    Pekerjaan HSE Officer berkaitan dengan risk assessment, penilaian situasional yang kompleks di tempat kerja. Mereka harus mampu menilai risiko kesehatan, keselamatan, dan lingkungan yang mungkin terjadi, serta membuat keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

    Kemampuan ini melibatkan pemahaman yang mendalam tentang kondisi fisik dan manusia di lingkungan kerja dan hal ini sulit untuk dilakukan sepenuhnya oleh AI.

    2. Kepemimpinan dan Persuasif

    Seorang HSE Officer tidak hanya bertanggung jawab untuk menerapkan kebijakan dan prosedur, tetapi juga untuk berinteraksi dengan pekerja dan manajemen.

    Mereka perlu memiliki kemampuan persuasif yang baik untuk memberikan pelatihan, memimpin pertemuan keselamatan, dan menyampaikan informasi tentang praktik terbaik dalam bidang kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.

    3. Kreativitas dan Adaptasi

    Lapangan kerja adalah lingkungan yang dinamis, HSE Officer sering kali harus berpikir secara kreatif dan mampu beradaptasi dengan cepat. HSE Officer harus mampu merancang solusi sesuai dengan situasi yang berkembang.  

    Untuk situasi seperti ini mungkin melibatkan aspek-aspek yang sulit diprediksi dan diuraikan oleh algoritma AI.

    4. Komunikasi, Konteks Budaya dan Regulasi

    Lingkungan kerja sering kali dipengaruhi oleh konteks budaya dan peraturan lokal yang kompleks. HSE Officer perlu memahami nuansa ini dan menyesuaikan pendekatan sesuai dengan kebutuhan spesifik tempat kerja tersebut.

    Bisa dibayangkan jika pekerjaan ini diserahkan sepenuhnya kepada AI yang hanya memahami regulasi tertulis, maka peraturan akan menjadi saklek. Hal ini rentan menimbulkan konflik karena AI tidak selalu mampu menginterpretasikan konteks budaya dan praktik kerja yang bersifat lokal dengan akurat.

    5. Tanggung Jawab Moral dan Etis

    Keputusan dalam bidang kesehatan, keselamatan, dan lingkungan sering kali memunculkan pertimbangan etis dan moral. HSE Officer harus dapat menyeimbangkan kepentingan berbagai pihak, termasuk pekerja, perusahaan, dan masyarakat luas, dalam membuat keputusan yang benar.

    Pertimbangan Moral dan etis tentu sulit dijangkau oleh AI yang selalu berpatokan pada hitungan matematis.

    Demikian beberapa alasan yang dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa peran HSE Officer memiliki banyak elemen yang sulit atau tidak mungkin digantikan oleh kecerdasan buatan atau AI dalam waktu dekat.

    Namun di satu sisi, AI dapat menjadi alat yang berguna dalam mendukung pekerjaan mereka, kehadiran manusia dalam peran ini tetap penting untuk memastikan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

    Referensi:

  • Who Wants To Be An HSE Officer

    Who Wants To Be An HSE Officer

    Sengaja saya menggunakan judul yang mirip-mirip dengan sebuah program kuis yang pernah dipandu oleh Tantowi Yahya, yakni Who Wants to be A Millionaire.

    HSE adahlah akronim dari Health, Safety, dan Environment yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan. Atau istilah dalam bahasa Indonesia HSE Officer disebut sebagai Petugas K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan).

    Akhir-akhir ini HSE Officer menjadi posisi yang banyak diminati oleh para pencari kerja. Profesi ini memang cukup menggoda. Selain karena jumlah permintaanya yang meningkat di dunia pekerjaan, peluang menjadi HSE Officer juga terbuka luas bagi siapa saja yang berminat untuk masuk di bidang ini.

    Berikut ini beberapa alasan yang menurut pengamatan saya menjadi daya tarik bagi kebanyakan orang untuk memulai karir sebagai HSE Officer;

    Untuk menjadi seorang Engineer, maka dibutuhkan kualifikasi pendidikan seorang Sarjana Teknik (S.T). Untuk menjadi seorang guru, dipersyaratkan seorang Sarjana Pendidikan (S.Pd), posisi perawat harus lulusan pendidikan sekolah perawat (Diploma atau Sarjana Keperawatan) dan seterusnya.

    Tetapi untuk menjadi seorang HSE Officer tidak demikian. Boleh siapa saja, baik ia lulusan Sarjana Teknik, Sarjana Hukum, Sarjana kesehatan, Sarjana Ekonomi, dan lain-lain.

    Dapat dikatakan bahwa semua jurusan boleh menjadi seorang HSE Officer.

    Cukup memiliki pendidikan minimal D3 atau setara dari jurusan apa saja (any major), bahkan ada beberapa perusahaan yang cukup mempersyaratkan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA atau sederajat) sudah memenuhi syarat untuk menjadi HSE Officer.

    Persyaratan lain, yakni kemampuan komputer (minimal Microsoft words, power point dan excel) sudah cukup. Bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan akan lebih bagus jika mampu berbahasa asing (minimal bahasa Inggris).

    Syarat penting lainnya adalah memiliki sertifikat di bidang K3. Pada umumnya Perusahaan akan mencari kandidat yang memiliki sertifikat Ahli K3 Umum dari Kementerian Tenaga Kerja RI.

    Untuk pengalaman kerja di bidang yang sama, biasanya perusahaan berbeda-beda dalam menetapkan persyaratan ini. Mulai dari nol pengalaman alias fresh graduate, 1 tahun, 2 tahun hingga 5 tahun pengalaman kerja.

    Secara struktur, posisi HSE Officer dibawahi langsung oleh pimpinan tertinggi sebuah perusahaan. Ia bertanggung jawab langsung kepada pucuk pimpinan.

    Seorang HSE Officer ditempatkan pada posisi di mana ia dapat ikut menentukan kebijakan yang akan diambil oleh pimpinan perusahaan.

    Target fokus kerja HSE adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Jika HSE Officer menetapkan bahwa pekerjaan harus dihentikan demi keselamatan, maka wajib hukumnya mentaati keputusan tersebut.

    HSE officer adalah perpanjangan tangan pemerintah dalam mengawasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di masing-masing perusahaan tempat mereka ditugaskan.

    Tugas HSE Officer adalah mengawasi dan memberikan masukan-masukan kepada manajemen perusahaan agar tetap memenuhi regulasi pemerintah terkait Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L).

    Untuk menjalankan tugas tersebut, seorang HSE Officer berhak memasuki setiap unit kerja dalam perusahaan yang diawasinya, dan wajib memberikan laporan kegiatan penerapan keselamatan kerja secara periodik kepada pihak pemerintah, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja setempat.

    Ini poin paling menariknya, seorang HSE Officer dihargai cukup tinggi di dalam sebuah perusahaan. Dibandingkan dengan pengawas-pengawas dari departemen lain, HSE Officer memiliki gaji yang lebih baik.

    Namun kembali lagi kepada masing-masing perusahaan. Berbeda perusahaan, terlebih lagi beda sektor, biasanya beda pula besaran gaji yang ditawarkan untuk posisi HSE Officer.

    Seperti data yang dirilis oleh persolkelly menunjukkan bahwa tawaran gaji tertinggi bagi HSE Officer berada di industri migas, petrochemical dan pertambangan.

    Sebagian orang melihat bahwa pekerjaan HSE Officer terkesan santai.

    “Apa sih kerjanya pak Safety itu?, cuma mondar mandir ke sana kemari.”, kalimat seperti ini biasa terdengar dari mulut karyawan. Atau,

    “Pak Safety ini enak sekali kerjanya, cuma lewat, foto-foto, cerita-cerita, dapat gaji besar.” Kira-kira seperti itulah komentar karyawan yang menilai pekerjaan seorang HSE Officer.

    Tapi kenyataannya tidak demikian. Karena cakupan pekerjaan yang menyeluruh pada area luar dan dalam perusahaan membuat HSE Officer terkesan sibuk mondar mandir, jalan sana sini.

    Boleh jadi pada saat sedang duduk ngobrol santai dengan karyawan sambil minum kopi, si HSE Officer justru sedang melakukan sosialisasi dan promosi K3.

    Demikian gambaran mengenai pekerjaan seorang HSEOfficer. Tentu saja ini adalah gambaran dari pengamatan saya pribadi, sangat subjektif. Pandangan dari setiap praktisi HSE Officer mungkin berbeda-beda, tergantung pada pengalaman masing-masing.

    Masih tertarik?. So, Who Wants to be An HSE Officer?