Kenapa perusahaan harus merekrut dan mempekerjakan tenaga profesional HSE? Berikut ini 6 alasannya kenapa perusahaan butuh bantuan seorang HSE Officer:
1. Kepatuhan Regulasi
Seorang HSE Officer bertanggung jawab memastikan bahwa perusahaan mematuhi semua regulasi terkait kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L) yang berlaku.
Dengan mempekerjakan seorang HSE Officer, sebuah perusahaan telah menunjukkan komitmen kepatuhan terhadap regulasi dan standar yang ditetapkan oleh pemerintah dan pihak-pihak terkait.
2. Keselamatan Manusia
Prioritas utama HSE Officer adalah menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan dan pihak-pihak berkepentingan dengan Perusahaan. Petugas HSE mengidentifikasi dan menganilisis potensi risiko di tempat kerja, mengembangkan prosedur keselamatan, dan mengadakan pelatihan-pelatihan untuk mengurangi kemungkinan kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK).
3. Perlindungan Lingkungan
Mengidentifikasi sumber-sumber pencemaran lingkungan, mengembangkan dan mengawasi penerapan sistem kerja yang ramah lingkungan, seperti; pengelolaan limbah, penggunaan sumber daya yang ramah lingkungan, dan pemantauan dampak lingkungan adalah merupakan tugas-tugas penting seorang HSE Officer.
4. Reputasi Perusahaan
Keterlibatan perusahaan dalam masalah kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan dapat membentuk reputasi yang baik di mata karyawan, pelanggan, investor, dan masyarakat umum. Dengan memiliki HSE Officer yang kompeten, perusahaan dapat menunjukkan komitmen mereka terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.
5. Mengurangi Risiko dan Biaya
Dengan menerapkan praktik-praktik keselamatan kerja, perusahaan dapat mengurangi risiko hilangnya waktu kerja (Loss time injury), kerusakan aset (property damage), penyakit akibat kerja (work related disease), dan dampak lingkungan yang berpotensi merugikan.
Kehadiran seorang HSE Officer yang kompeten akan membantu perusahaan untuk mengurangi biaya terkait dengan kompensasi atau santunan kecelakaan, perbaikan atau pengadaan aset, pemulihan lingkungan, serta denda atau sanksi hukum akibat pelanggaran terhadap regulasi.
6. Meningkatkan Produktivitas
Lingkungan kerja yang aman dan sehat cenderung meningkatkan produktivitas karyawan. Seorang HSE Officer profesional dapat membantu menciptakan atmosfer kerja yang lebih positif dan mendukung kinerja yang lebih baik.
Dengan mempekerjakan HSE Officer, perusahaan dapat mengelola risiko, mematuhi regulasi, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Dana pada gilirannya akan mendukung keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Bagaimana, apakah kamu tertarik menjadi seorang HSE Officer? Jika iya, cek and ricek pelatihannya di sini!
Satu hal yang sering diabaiakan oleh para petugas K3 atau HSE Officer adalah aspek Health atau kesehatan. Seringkali HSE hanya fokus pada upaya penerapan Safety (keselamatan), yakni zero accident atau nihil kecelakaan.
Sementara, penyakit akibat kerja (PAK) merupakan salah satu gangguan yang serius terhadap produktivitas kerja. Sebagai praktisi HSE, kamu pasti sudah familiar terhadap hal ini, tetapi tidak ada salahnya kita segarkan lagi ingatannya.
Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh teman-teman HSE Officer dalam melakukan pencegahan PAK di tempat kerja.
Bahaya biologi: virus, bakteri, kutu, allergen, toxic atau racun,
Bahaya: ergonomic; musculoskeletal disorder, low back pain,
Bahaya psikologi: faktor penyebab stress yang juga berdampak pada Kesehatan jasmani seseorang
Secara detail mengenai persyaratan tentang faktor-faktor bahaya tersebut dipaparkan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 5 Tahun 2018 tentang K3 Linkungan Kerja. Silahkan teman-teman baca kembali peraturan tersebut.
Melakukan Langkah-Langkah Pencegahan Penyakit
Upaya promotif, yakni promosi penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada seluruh karyawan di lingkungan perusahaan.
Memasang poster himbauan pencegahan penyakit menular dan penyakit tidak menular (sekarang bisa lebih keren dengan menggunakan media digital, berbentuk video yang bisa langsung disebar ke grup-grup atau ditampilkan pada layar digital di tempat kerja).
Menerapkan kawasan bebas asap rokok (ini yang agak sulit, karena terkadang HSE Officer juga ada yang perokok aktif).
Menyelenggarakan kegiatan olahraga secara teratur dan terukur untuk karyawan.
Mengatur gizi kerja, memotivasi tenaga kerja untuk menjaga pola makan agar tetap sehat.
Medical Checkup, bertujuan untuk:
Mendeteksi penyakit secara dini, sehingga dapat dilakukan penanganan secara awal. Dengan begitu, memperkecil peluang penyakit meningkat ke stadium yang lebih parah.
Medical checkup juga bertujuan mencegah penularan penyakit yang dapat terjadi antara satu karyawan dengan karyawan yang lainnya.
Mengidentifikasi secara cepat adanya sumber-sumber bahaya yang memapar tenaga kerja dan mengukur keefektifan upaya pengendalian yang telah dilakukan.
Menyiapkan fasilitas Kesehatan
Tempat mencuci tangan
Klinik (sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan)
Memberikan makanan tambahan untuk menunjang kebutuhan gizi kerja.
Melakukan program senam kesehatan tenaga kerja
Menyediakan sarana olahraga
Menyediakan tempat mandi dan ruang ganti untuk perusahaan dengan karakteristik bahaya tertentu.
Tidak sebatas di tempat kerja, penting bagi setiap karyawan dibekali pengetahuan dan kepedualian agar bisa menjadi agen promotor kesehatan bagi anggota keluarga di rumah bahkan masyarakat sekitarnya.
Sesuai dengan namanya, Health (Kesehatan), Safety (keselamatan) dan Environment (Lingkungan), maka HSE memiliki tiga aspek sasaran kerja. Ketiga aspek sasaran tersebut meliputi; manusia, properti dan lingkungan kerja.
Target Kerja yang harus dicapai oleh HSE adalah:
1. Manusia tetap Sehat
Orang-orang yang bekerja atau yang terkait dengan operasional perusahaan harus tetap terjaga keselamatan dan kesehatannya. Yakni melalui upaya identifikasi potensi bahaya dan pengendalian faktor-faktor penyebab kecelakaan serta penyakit akibat kerja, misalnya: paparan fisika, kimia, biologi, psikologi.
2. Property atau Aset Perusahaan Terjaga
Aset-aset perusahaan adalah bagian penting dalam operasional sebuah perusahaan. Agar perusahaan tetap bisa berjalan secara normal, maka properti atau aset harus senantiasa terjaga. Melalui penerapan sistem kerja yang aman diharapkan mampu menekan angka kejadian kecelakaan yang berpotensi merusak properti atau aset perusahaan.
3. Lingkungan Kerja tetap Lestari
Adalah tanggung jawab perusahaan untuk menjamin kelestarian lingkungan tempat ia beroperasi. Air, udara, dan tanah wajib terjaga dari zat-zat pencemar. Habitat alami tidak boleh rusak akibat operasional perusahaan.
Pada umumnya, seorang professional HSE bertugas mengidentifikasi potensi-potensi bahaya di tempat kerja dan melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi kerugian, baik berupa cedera maupun kerusakan asset perusahaan.
Job Deskripsi HSE
Tugas atau job deskripsi HSE di perusahaan setidaknya mencakup antara lain:
Identifikasi potensi bahaya di lingkungan kerja
Menilai faktor-faktor risiko lingkungan kerja yang dapat memberi dampak negatif terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3), seperti faktor pencahayaan, iklim kerja, ergonomi, dan peralatan kerja,
Mengembangkan dan menerapkan upaya pencegahan loss time injury akibat cedera atau penyakit akibat kerja,
Melaksanakan training atau pelatihan terkait K3 sesuai dengan matriks kebutuhan pelatihan,
Melakukan inspeksi tempat kerja untuk memastikan program K3 terlaksana,
Melakukan investigasi kecelakaan dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Sebenarnya ada banyak tugas-tugas HSE di perusahaan, biasanya tergantung pada kebutuhan perusahaan tempat bekerja masing-masing. Di beberapa perusahaan menggabungkan HSE dengan security biasa disebut HSSE, atau Quality Assurance dan HSE digabung menjadi QHSE, dan lain-lain.
Bagaimana, kamu tertarik jadi HSE Officer? Langsung cek and ricek pelatihannya di sini!
Bagi teman-teman yang merasa sulit mencari pekerjaan, tenang saja!, karena bukan cuma kamu yang mengalami kesulitan.
Sebaliknya, Human Resource (HR) dan user juga sebenarnya kesulitan mencari talent yang cocok untuk mengisi lowongan kerja mereka.
Masalahnya apa sih yang menyebabkan kandidat tidak ada yang cocok terhadap suatu lowongan kerja?
Ada banyak macam penyebab orang ditolak saat melamar kerja. Salah satunya karena kandidat tersebut gagal menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam sesi interview.
Ingat, sesi interview adalah moment yang sangat menentukan, apakah kamu akan diterima bekerja atau tidak. Inilah waktunya buat kamu untuk “tebar pesona”, agar HR dan User bisa falling in love sama profil kamu.
Jadi, sebenarnya kamu cuma perlu melakukan komunikasi dengan HR atau User supaya terjadi kecocokan.
Nah buat teman-teman freshgraduate, mungkin masih sering bertanya, kira-kira apa saja yang akan ditanyakan dalam sesi wawancara untuk posisi HSE Officer?
Berikut ini beberapa bocoran pertanyaan yang mungkin akan muncul dalam wawancara kamu nantinya:
1. “Sebutkan Peraturan Terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang Berlaku di Indonesia!“
Pertanyaan ini bertujuan untuk melihat seberapa paham kamu tentang dasar-dasar bekerja sebagai seorang HSE Officer.
Kalau kamu sama sekali tidak paham dengan aturan-aturan terkait K3, terus kalau kerja nanti mau berdasarkan apa?. Masa mau pake feeling?
2. “Apa Saja Tugas dan Tanggung Jawab HSE Officer di Perusahaan?“
Pewawancara ingin melihat seberapa paham kamu terhadap pekerjaan ini dan seperti apa kamu bisa menunjang berjalannya organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
Paham terhadap scope pekerjaan dan batasan tanggung jawab akan membuatmu bisa bekerja secara terarah dan penuh integritas.
3. “Apa yang Saudara Ketahui tentang Sistem Manajemen K3?“
Sistem Manajemen K3 adalah patokan kamu sebagai HSE Officer saat bekerja di perusahaan. Ini alasannya sehingga kamu wajib bisa menjelaskannya secara singkat dan jelas.
Cobalah jelaskan apa tujuan penerapan SMK3, apa dasar-dasar hukumnya atau standar-standar yang jadi pedomannya, apa saja prinsip-prinsip penerapannya, kegiatan apa saja yang perlu dilakukan dalam penerapan SMK3!
4. “Apa yang Saudara Ketahui tentang Aktivitas di Perusahaan Ini?“
Walaupun kamu belum pernah masuk di perusahaan itu, atau kamu benar-benar adalah sebagai freshgraduate, jangan pernah menjawab “tidak tahu, atau saya belum tahu”.
Carilah bidang industri yang serupa, searching di google, kamu akan menemukan banyak informasi di sana.
Setidaknya kamu bisa menjelaskan minimal 30% tentang pekerjaan yang kamu lamar, itu sudah cukup bagus.
Sebelum mengikuti wawancara kerja untuk posisi HSE Officer, terlebih dahulu persiapkan hal-hal berikut:
1. Kenali Dirimu
Saat wawancara kerja, kamu akan diminta menceritakan dirimu. Tujuannya untuk menilai kelebihan dan kekurangan kamu, serta untuk melihat apakah kamu cocok atau tidak dengan posisi kerja yang ditawarkan.
Pastikan kamu mampu memaparkan siapa dirimu kepada recruiter!
2. Kenali Perusahaan Targetmu
Pastikan kamu kenal dengan Perusahaan tempatmu melamar kerja. Informasi bisa kamu dapatkan dari teman, keluarga atau bisa juga dari searching di google.
Ini adalah kesempatan bagi kamu untuk menunjukkan kepada recruiter bahwa kamu punya niat yang kuat untuk bekerja di perusahaan itu.
3. Pahami Regulasi Terkait
Dengan mengenal profil perusahaan, kamu akan tahu proses produksi yang ada di sana. Sebagai seorang HSE Officer, kamu harus bisa memprediksi regulasi apa saja yang perlu diterapkan, cukup dengan mengetahui alur proses produksinya.
Skill teknis sebagai HSE Officer wajib kamu pahami. Bagaimana melakukan HIRA, Level pengendalian risiko, Manajemen APD, Penerapan SWP, penggunaan JSA, LOTO, serta syarat-syarat bekerja di lingkungan berbahaya, seperti; Bekerja di ketinggian, ruang terbatas, bekerja panas, lifting, dan lain-lain.
5. Latihan Wawancara
Tuliskan jawaban dari setiap pertanyaan wawancara, baca dan evaluasi hingga kalimat yang kamu gunakan benar-benar efektif dan efisien. Terus praktekkan jawabanmu hingga kamu lancer dan mampu menyampaikannya dengan baik dan benar.
Kamu bisa meminta bantuan teman, berlatih di depan cermin, atau merekam video dirimu. Perbaiki bagian yang kira-kira perlu.
6. Outfit dan Tempat Wawancara
Penampilanmu bisa mempengaruhi selera orang lain terhadapmu. Pastikan kamu menggunakan outfit yang tepat untuk mengikuti wawancara kerja.
Jika wawancara dilakukan secara offline, maka kamu harus mengetahui lokasinya dengan tepat. Jika perlu, datang dan survey lokasi tersebut sebelu hari H. Demikian pula jika wawancara secara online, kamu harus mempersiapkan media yang akan digunakan. Aplikasi yang digunakan, device pendukung, jaringan internet, dan tempat yang tenang.
7. Tunjukkan Semangatmu
Saat proses wawancara, tunjukkan bahwa kamu berminat dan bersemangt mengikuti proses wawancara tersebut.
Dan tak kalah penting, jika kamu diberi kesemapatan bertanya, maka bertanyalah! Sekali lagi, berikan pertanyaan yang menunjukkan minatmu terhadap perusahaan, job deskripsi, harapan perusahaan jika kamu diterima bekerja, dan sebagainya.
Apakah kamu sudah punya persiapan mengikuti wawancara kerja untuk posisi HSE Officer?.
Secara umum, permintaan untuk Health, Safety,and Environment (HSE) Officer semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.
Berikut jenis-jenis industri yang bisa menjadi tempat berkarir bagi HSE Officer:
1. Building, Construction & EPC
Bidang konstruksi, bangunan, dan bidang perencaan (engineering), Procurement (pengadaan) dan Construction (pembangunan) atau biasa disingkat EPC adalah salah satu bidang industri yang banyak menyerap tenaga HSE Officer.
Beberapa nama perusahaan besar di antaranya; PT. Total Bangun Persada Tbk., PT. Waskita Karya, PT. Wijaya Karya, PT. Adhi Karya, PT. Hutama Karya, Tripatra, Elnusa, Halliburton, Sclumberger, dll.
2. Oil & Gas
Industri minyak dan gas adalah entitas bisnis yang terlibat dalam eksplorasi, produksi, penyulingan, dan distribusi minyak bumi dan gas alam. Mereka merupakan salah satu sektor utama dalam industri energi global.
Cakupan kegiatannya mulai dari eksplorasi dan produksi (E&P), Penyulingan (refinery), Penyaluran (Dirstribution).
Dalam industri migas dunia dihuni oleh Perusahaan-perusahaan raksasa seperti; Saudi Aramco, ExxonMobil, Chevron, Shell, Petrochina, dll.
Sedangkan di dalam negeri kita punya perusahaan migas yang jadi kebanggaan seperti; PT. Pertamina EP, PT. Perusahaan Gas Negara Tbk., PT. Donggi Senoro LNG, Badak NGL, PT. Pertamina Hulu Rokan, PT. Pertamina Hulu Mahakam.
3. Industri Farmasi (Phamaceutical)
Sektor industri Farmasi adalah perusahaan yang memiliki izin untuk melakukan kegiatan produksi serta penyaluran obat dan bahan obat, termasuk narkotika.
Beberapa perusahaan yang bergerak di industri farmasi antara lain; PT. Merck Indonesia Tbk, PT. Kalbe Farma Tbk, PT. Tempo Scan Pacific Tbk, PT. Darya Varia Laboratoria Tbk, PT. Indofarma (Persero) Tbk, PT. Muncul Tbk, PT. Pharos Tbk, Dexa medica, Ferron Pharmceutical, dll.
4. Power Plant (Pembangkit Tenaga)
Power plant adalah perusahaan yang bergerak dalam industri pembangkit listrik atau pembangkit tenaga. Perusahaan ini memproduksi listrik dengan menggunakan berbagai sumber energi seperti batu bara, gas alam, tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, atau nuklir.
Di dalam Industri pembangkit listrik terdapat beberapa perusahaan utama seperti; PT. PLN (Persero), PT. Sulawesi Mining Investment, PT. GNI, PT. IWIP, PT. Indonesia Power, PT. PJB, dll.
5. Petrokimia (Petrochemical)
Petrokimia adalah perusahaan yang bergerak dalam produksi dan distribusi bahan kimia yang dihasilkan dari bahan baku minyak bumi atau gas alam. Kegiatan utama perusahaan petrokimia meliputi pemrosesan minyak bumi dan gas alam menjadi berbagai macam produk kimia, seperti plastik, bahan pelapis, pupuk, bahan kimia industri, dan lain sebagainya.
PT. Pupuk Sriwijaya, PT. Dover Chemical, PT. Henkel Indonesia, PT. Chandra Asri Pasific, PT. Lotte Chemical Indonesia, PT. TPPI dan lain-lain.
6. Pertambangan (Mining)
Pertambangan mineral adalah perusahaan yang bergerak dalam kegiatan ekstraksi atau penambangan mineral dari bumi. Mineral yang diekstraksi dapat beragam, termasuk logam seperti emas, perak, tembaga, dan besi, serta mineral non-logam seperti batu bara, garam, pasir, dan batu gamping.
Perusahaan pertambangan mineral ini biasanya memiliki operasi tambang yang melibatkan proses pengeboran, penggalian, penghancuran, pengolahan, dan pemurnian untuk mendapatkan mineral yang diinginkan.
PT. kaltim Prima Coal, PT. Freeport Indonesia, PT. Aneka Tambang, PT. Timah, Adaro Energy, Bukit Asam, PT. Kideco Jaya Agung, Agincourt Resources (emas dan perak), Pt. Vale Indonesia Tbk. (nikel), PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (temgaba dan emas), dan lain-lain.
7. Pabrik (Manufacturing)
Manufaktur adalah badan usaha yang beroperasi untuk mengubah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi sehingga memiliki nilai jual.
Beberapa Perusahaan manufaktur di Indonesia; PT. Semen Indonesia, Japfa Comfeed Indonesia, PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk., PT. Asiplast Industries Tbk., PT. Alam Karya Unggul, dll.
8. Fast-Moving Costumer Good (FMCG)
Merupakan jenis industri yang menyediakan produk sehari-hari untuk dijual dalam jumlah banyak dengan harga yang relatih murah. Perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam industri FMCG di antaranya; Procter and Gamble (P&G), Johnson & Johnson, Indofood, Unilever Indonesia, PT. Mayora, PT. Malindo Feed Tbk., dll.
9. Industri Otomotif
Lingkup Industri otomotif terlibat dalam desain, produksi, penjualan, dan perawatan kendaraan bermotor, seperti mobil, truk, sepeda motor, dan sepeda. Industri otomotif mencakup berbagai segmen, termasuk pabrik kendaraan, produsen suku cadang, dealer mobil, layanan perbaikan, dan industri terkait lainnya seperti industri ban, industri bahan bakar, dan industri teknologi terkait seperti mobil listrik.
Bidang industri otomotif diisi oleh perusahaan-perusahaan seperti; PT. Astra International Tbk. Indomobil Sukses Internasional Tbk., PT. Gajah Tunggal Tbk., Indospring Tbk., Mustistrada Arah Sarana Tbk., dll.
Kesimpulan
Tenaga HSE Officer memiliki peluang untuk diterima di berbagai industri, baik di dalam maupun di luar negeri.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keselamatan dan perlindungan lingkungan, serta peningkatan regulasi di berbagai industri, peluang kerja bagi HSE Officer cenderung cukup baik.
Namun, penting untuk diingat bahwa persaingan dalam bidang ini juga dapat menjadi cukup ketat, sehingga pelamar yang memiliki pendidikan, pengalaman, dan sertifikasi yang relevan akan memiliki keunggulan dalam mendapatkan pekerjaan.
Apakah kamu sudah tertarik memulai karir sebagai HSE Officer?, Kalau iya, kamu bisa cek and ricek pelatihan K3 di sini!