Author: Firman Alimuddin

  • 7 Bocoran Interview Kerja untuk HSE Officer

    7 Bocoran Interview Kerja untuk HSE Officer

    Source: Canva

    Bagi teman-teman yang merasa sulit mencari pekerjaan, tenang saja!, karena bukan cuma kamu yang mengalami kesulitan.

    Sebaliknya, Human Resource (HR) dan user juga sebenarnya kesulitan mencari talent yang cocok untuk mengisi lowongan kerja mereka.

    Masalahnya apa sih yang menyebabkan kandidat tidak ada yang cocok terhadap suatu lowongan kerja?

    Ada banyak macam penyebab orang ditolak saat melamar kerja. Salah satunya karena kandidat tersebut gagal menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam sesi interview.

    Ingat, sesi interview adalah moment yang sangat menentukan, apakah kamu akan diterima bekerja atau tidak. Inilah waktunya buat kamu untuk “tebar pesona”, agar HR dan User bisa falling in love sama profil kamu.

    Jadi, sebenarnya kamu cuma perlu melakukan komunikasi dengan HR atau User supaya terjadi kecocokan.

    Nah buat teman-teman freshgraduate, mungkin masih sering bertanya, kira-kira apa saja yang akan ditanyakan dalam sesi wawancara untuk posisi HSE Officer?

    Berikut ini beberapa bocoran pertanyaan yang mungkin akan muncul dalam wawancara kamu nantinya:

    Pertanyaan ini bertujuan untuk melihat seberapa paham kamu tentang dasar-dasar bekerja sebagai seorang HSE Officer.

    Kalau kamu sama sekali tidak paham dengan aturan-aturan terkait K3, terus kalau kerja nanti mau berdasarkan apa?. Masa mau pake feeling?

    Baca Juga: Training dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Kemnaker RI

    Pewawancara ingin melihat seberapa paham kamu terhadap pekerjaan ini dan seperti apa kamu bisa menunjang berjalannya organisasi untuk mencapai tujuan bersama.

    Paham terhadap scope pekerjaan dan batasan tanggung jawab akan membuatmu bisa bekerja secara terarah dan penuh integritas.

    Sistem Manajemen K3 adalah patokan kamu sebagai HSE Officer saat bekerja di perusahaan. Ini alasannya sehingga kamu wajib bisa menjelaskannya secara singkat dan jelas.

    Cobalah jelaskan apa tujuan penerapan SMK3, apa dasar-dasar hukumnya atau standar-standar yang jadi pedomannya, apa saja prinsip-prinsip penerapannya, kegiatan apa saja yang perlu dilakukan dalam penerapan SMK3!

    Walaupun kamu belum pernah masuk di perusahaan itu, atau kamu benar-benar adalah sebagai freshgraduate, jangan pernah menjawab “tidak tahu, atau saya belum tahu”.

    Carilah bidang industri yang serupa, searching di google, kamu akan menemukan banyak informasi di sana.

    Setidaknya kamu bisa menjelaskan minimal 30% tentang pekerjaan yang kamu lamar, itu sudah cukup bagus.

    Ini adalah ilmu dasar yang wajib dipahami oleh calon HSE Officer.

    Jika jawaban kamu hanya seputar penggunaan APD, maka bisa disimpulkan kalau pengetahuanmu tentang K3 masih sangat perlu ditingkatkan.

    Jadi, pastikan kamu memahami lima level pengendalian risiko, lengkap dengan contoh-contohnya!

    Paparkan kewajiban-kewajiban perusahaan terkait upaya penerapan Kesehatan Kerja di lingkungan kerja.

    Misalnya, pemeriksaan kesehatan (MCU), pengukuran faktor-faktor lingkungan kerja, promosi kesehatan dan penyediaan fasilitas kesehatan.

    Kamu tidak perlu menjelaskan secara detail teknis pengelolaan limbah B3, WWTP, UKL/RPL dll.

    Cukup kamu bisa menjelaskan upaya perlindungan lingkungan perusahaan secara garis besarnya saja sudah cukup bagus.

    Jika kamu diberikan kesempatan untuk bertanya, maka bertanyalah!

    Tapi jangan buru-buru bertanya tentang besaran gaji yah, jaim dikit lah…

    Bertanya lah tentang hal-hal yang memberikan kesan kalau kamu tertarik dengan perusahaan itu, atau posisi yang ditawarkan.

    Kira-kira seperti itu beberapa contoh pertanyaan dalam wawancara kerja untuk posisi HSE Officer, semoga bermanfaat.

    Disclaimer:

    Pertanyaan dalam wawancara kerja HSE Officer mungkin bisa berbeda-beda, perbanyak lah membaca referensi terkait posisi yang akan kalian lamar.

    Jika kamu tertarik menekuni bidang K3, langsung cek and ricek aja pelatihannya di sini!

  • Persiapan Wawancara Kerja HSE Officer

    Persiapan Wawancara Kerja HSE Officer

    Sebelum mengikuti wawancara kerja untuk posisi HSE Officer, terlebih dahulu persiapkan hal-hal berikut:

    Saat wawancara kerja, kamu akan diminta menceritakan dirimu. Tujuannya untuk menilai kelebihan dan kekurangan kamu, serta untuk melihat apakah kamu cocok atau tidak dengan posisi kerja yang ditawarkan.

    Pastikan kamu mampu memaparkan siapa dirimu kepada recruiter!

    Pastikan kamu kenal dengan Perusahaan tempatmu melamar kerja. Informasi bisa kamu dapatkan dari teman, keluarga atau bisa juga dari searching di google.

    Ini adalah kesempatan bagi kamu untuk menunjukkan kepada recruiter bahwa kamu punya niat yang kuat untuk bekerja di perusahaan itu.

    Dengan mengenal profil perusahaan, kamu akan tahu proses produksi yang ada di sana. Sebagai seorang HSE Officer, kamu harus bisa memprediksi regulasi apa saja yang perlu diterapkan, cukup dengan mengetahui alur proses produksinya.

    Untuk skill ini bisa kamu pelajari di pelatihan Ahli K3 Umum Kemnaker!

    Skill teknis sebagai HSE Officer wajib kamu pahami. Bagaimana melakukan HIRA, Level pengendalian risiko, Manajemen APD, Penerapan SWP, penggunaan JSA, LOTO, serta syarat-syarat bekerja di lingkungan berbahaya, seperti; Bekerja di ketinggian, ruang terbatas, bekerja panas, lifting, dan lain-lain. 

    Tuliskan jawaban dari setiap pertanyaan wawancara, baca dan evaluasi hingga kalimat yang kamu gunakan benar-benar efektif dan efisien. Terus praktekkan jawabanmu hingga kamu lancer dan mampu menyampaikannya dengan baik dan benar.

    Kamu bisa meminta bantuan teman, berlatih di depan cermin, atau merekam video dirimu. Perbaiki bagian yang kira-kira perlu.

    Penampilanmu bisa mempengaruhi selera orang lain terhadapmu. Pastikan kamu menggunakan outfit yang tepat untuk mengikuti wawancara kerja.

    Jika wawancara dilakukan secara offline, maka kamu harus mengetahui lokasinya dengan tepat. Jika perlu, datang dan survey lokasi tersebut sebelu hari H. Demikian pula jika wawancara secara online, kamu harus mempersiapkan media yang akan digunakan. Aplikasi yang digunakan, device pendukung, jaringan internet, dan tempat yang tenang.

    Saat proses wawancara, tunjukkan bahwa kamu berminat dan bersemangt mengikuti proses wawancara tersebut.

    Dan tak kalah penting, jika kamu diberi kesemapatan bertanya, maka bertanyalah! Sekali lagi, berikan pertanyaan yang menunjukkan minatmu terhadap perusahaan, job deskripsi, harapan perusahaan jika kamu diterima bekerja, dan sebagainya.

    Apakah kamu sudah punya persiapan mengikuti wawancara kerja untuk posisi HSE Officer?.

    Baca Juga: 7 Bocoran Interview Kerja untuk HSE Officer

  • Peluang Karir HSE Officer di Berbagai Industri

    Peluang Karir HSE Officer di Berbagai Industri

    Secara umum, permintaan untuk Health, Safety, and Environment (HSE) Officer semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

    Berikut jenis-jenis industri yang bisa menjadi tempat berkarir bagi HSE Officer:

    Bidang konstruksi, bangunan, dan bidang perencaan (engineering), Procurement (pengadaan) dan Construction (pembangunan) atau biasa disingkat EPC adalah salah satu bidang industri yang banyak menyerap tenaga HSE Officer.

    Beberapa nama perusahaan besar di antaranya; PT. Total Bangun Persada Tbk., PT. Waskita Karya, PT. Wijaya Karya, PT. Adhi Karya, PT. Hutama Karya, Tripatra, Elnusa, Halliburton, Sclumberger, dll.

    Industri minyak dan gas adalah entitas bisnis yang terlibat dalam eksplorasi, produksi, penyulingan, dan distribusi minyak bumi dan gas alam. Mereka merupakan salah satu sektor utama dalam industri energi global.

    Cakupan kegiatannya mulai dari eksplorasi dan produksi (E&P), Penyulingan (refinery), Penyaluran (Dirstribution).

    Dalam industri migas dunia dihuni oleh Perusahaan-perusahaan raksasa seperti; Saudi Aramco, ExxonMobil, Chevron, Shell, Petrochina, dll.

    Sedangkan di dalam negeri kita punya perusahaan migas yang jadi kebanggaan seperti; PT. Pertamina EP, PT. Perusahaan Gas Negara Tbk., PT. Donggi Senoro LNG, Badak NGL, PT. Pertamina Hulu Rokan, PT. Pertamina Hulu Mahakam.

    Sektor industri Farmasi adalah perusahaan yang memiliki izin untuk melakukan kegiatan produksi serta penyaluran obat dan bahan obat, termasuk narkotika.

    Beberapa perusahaan yang bergerak di industri farmasi antara lain; PT. Merck Indonesia Tbk, PT. Kalbe Farma Tbk, PT. Tempo Scan Pacific Tbk, PT. Darya Varia Laboratoria Tbk, PT. Indofarma (Persero) Tbk, PT. Muncul Tbk, PT. Pharos Tbk, Dexa medica, Ferron Pharmceutical, dll.

    Power plant adalah perusahaan yang bergerak dalam industri pembangkit listrik atau pembangkit tenaga. Perusahaan ini memproduksi listrik dengan menggunakan berbagai sumber energi seperti batu bara, gas alam, tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, atau nuklir.

    Di dalam Industri pembangkit listrik terdapat beberapa perusahaan utama seperti; PT. PLN (Persero), PT. Sulawesi Mining Investment, PT. GNI, PT. IWIP, PT. Indonesia Power, PT. PJB, dll.

    Petrokimia adalah perusahaan yang bergerak dalam produksi dan distribusi bahan kimia yang dihasilkan dari bahan baku minyak bumi atau gas alam. Kegiatan utama perusahaan petrokimia meliputi pemrosesan minyak bumi dan gas alam menjadi berbagai macam produk kimia, seperti plastik, bahan pelapis, pupuk, bahan kimia industri, dan lain sebagainya.

    PT. Pupuk Sriwijaya, PT. Dover Chemical, PT. Henkel Indonesia, PT. Chandra Asri Pasific, PT. Lotte Chemical Indonesia, PT. TPPI dan lain-lain.

    Pertambangan mineral adalah perusahaan yang bergerak dalam kegiatan ekstraksi atau penambangan mineral dari bumi. Mineral yang diekstraksi dapat beragam, termasuk logam seperti emas, perak, tembaga, dan besi, serta mineral non-logam seperti batu bara, garam, pasir, dan batu gamping.

    Perusahaan pertambangan mineral ini biasanya memiliki operasi tambang yang melibatkan proses pengeboran, penggalian, penghancuran, pengolahan, dan pemurnian untuk mendapatkan mineral yang diinginkan.

    PT. kaltim Prima Coal, PT. Freeport Indonesia, PT. Aneka Tambang, PT. Timah, Adaro Energy, Bukit Asam, PT. Kideco Jaya Agung, Agincourt Resources (emas dan perak), Pt. Vale Indonesia Tbk. (nikel), PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (temgaba dan emas), dan lain-lain.

    Manufaktur adalah badan usaha yang beroperasi untuk mengubah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi sehingga memiliki nilai jual.

    Beberapa Perusahaan manufaktur di Indonesia; PT. Semen Indonesia, Japfa Comfeed Indonesia, PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk., PT. Asiplast Industries Tbk., PT. Alam Karya Unggul, dll.

    Merupakan jenis industri yang menyediakan produk sehari-hari untuk dijual dalam jumlah banyak dengan harga yang relatih murah. Perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam industri FMCG di antaranya; Procter and Gamble (P&G), Johnson & Johnson, Indofood, Unilever Indonesia, PT. Mayora, PT. Malindo Feed Tbk., dll.

    Lingkup Industri otomotif terlibat dalam desain, produksi, penjualan, dan perawatan kendaraan bermotor, seperti mobil, truk, sepeda motor, dan sepeda. Industri otomotif mencakup berbagai segmen, termasuk pabrik kendaraan, produsen suku cadang, dealer mobil, layanan perbaikan, dan industri terkait lainnya seperti industri ban, industri bahan bakar, dan industri teknologi terkait seperti mobil listrik.

    Bidang industri otomotif diisi oleh perusahaan-perusahaan seperti; PT. Astra International Tbk. Indomobil Sukses Internasional Tbk., PT. Gajah Tunggal Tbk., Indospring Tbk., Mustistrada Arah Sarana Tbk., dll.

    Kesimpulan

    Tenaga HSE Officer memiliki peluang untuk diterima di berbagai industri, baik di dalam maupun di luar negeri.

    Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keselamatan dan perlindungan lingkungan, serta peningkatan regulasi di berbagai industri, peluang kerja bagi HSE Officer cenderung cukup baik.

    Namun, penting untuk diingat bahwa persaingan dalam bidang ini juga dapat menjadi cukup ketat, sehingga pelamar yang memiliki pendidikan, pengalaman, dan sertifikasi yang relevan akan memiliki keunggulan dalam mendapatkan pekerjaan.

    Apakah kamu sudah tertarik memulai karir sebagai HSE Officer?, Kalau iya, kamu bisa cek and ricek pelatihan K3 di sini!

  • 5 Langkah Memulai Karir HSE Officer

    5 Langkah Memulai Karir HSE Officer

    Untuk memulai karir sebagai HSE (Health, Safety, and Environment) Officer diperlukan kombinasi kualifikasi untuk menghadapi situasi lapangan kerja yang kompleks.

    Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk memulai karir sebagai HSE Officer:

    Jika sejak awal kamu berencana menjadi seorang HSE Officer, maka pilihlah pendidikan yang lebih banyak dibutuhkan untuk posisi ini.

    Melihat permintaan pasar kerja, sebagian besar lowongan pekerjaan untuk posisi HSE Officer mempersyaratkan gelar Sarjana atau Diploma 3 dalam bidang terkait seperti Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Teknik Lingkungan, atau Ilmu Kesehatan Lingkungan.

    Gunakan platform media sosial untuk membangun personal branding kamu. Melalui media ini kamu bisa menampilkan keterampilan dan pengetahuan terkait K3. Kamu  bisa membagikan karyamu dalam bentuk tulisan, video, atau podcast.

    Persiapkanlah Curriculum Vitae (CV) yang menonjolkan pendidikan, keterampilan, dan pengalaman kamu di bidang HSE. Tulis surat lamaran yang mempertegas minatmu dalam keselamatan dan lingkungan, serta bagaimana kamu dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan tempatmu bekerja kelak.

    Skill atau keterampilan yang mampu menunjang karir HSE Officer terdiri atas hard skill dan soft skill.

    Hard skill di bidang HSE berupa; kemampuan melakukan Identifikasi bahaya dan analisis risiko (Hazard Identification and Risk Assessment), Risk Control, HSE Plan, penerapan Safe Work Practice, penerapan Ergonomi, pencegahan kebakaran dan ledakan, Hazardous Material Handling, pengelolaan limbah, dan audit lingkungan.

    Adapun soft skill yang perlu dikembangkan oleh HSE Officer berupa; kemampuan komunikasi, public speaking, problem solving, negosiasi, kemampuan persuasif, leadership.

    Kamu bisa mengasah kemampuanmu dalam bidang HSE melalui program magang, kerja part time, atau kerja suka rela. Ini dapat membantu kamu memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang aplikasi praktis dari konsep HSE dalam berbagai lingkungan kerja.

    Bangun jaringan, terhubunglah dengan para profesional HSE dan bergabunglah dengan organisasi atau komunitas terkait.

    Sekarang sudah sangat banyak grup-grup HSE, yang di dalamnya banyak sharing ilmu dan pengalaman tentang K3, kamu bisa bergabung secara gratis.

    Hal ini dapat memberi kamu kesempatan untuk belajar dari mereka yang telah sukses dalam bidang HSE, serta membuka peluang kerja yang potensial.

    Bagaimana jika terlanjur mengambil pendidikan selain program studi K3?, tenang saja, karena masih ada jalur lainnya, yakni melalui pelatihan-pelatihan dan sertifikasi bidang K3.

    Sebagai langkah awal untuk memulai karir di bidang K3, kamu bisa mengikuti program Training Ahli K3 Umum sertifikasi Kemnaker RI.

    Namun jika kamu termasuk orang yang awam terhadap K3, atau benar-benar belum dasar pengetahuan terkait K3 maka sebaiknya ikutlah program Basic Training for HSE Officer! Di dalam kelas pelatihan ini akan membantu kamu beradaptasi dan memudahkan untuk memahami prinsip dasar penerapan K3.

    Kesimpulan

    Dengan memperhatikan langkah-langkah di atas dan tekad yang kuat, kamu dapat memulai karir yang sukses sebagai HSE Officer. Ingatlah bahwa kesabaran dan ketekunan adalah kunci dalam meraih tujuanmu!

    Semakin cepat kamu memutuskan untuk memasuki dunia HSE, maka akan semakin membuka kesempatan untuk mempersiapkan diri sehingga peluangmu juga akan semakin terbuka luas.

    Kapan kamu bisa memulai karir sebagai HSE Officer?

    Tergantung pada pilihan kamu sendiri.

  • 6 Keuntungan Berkarir Sebagai HSE Officer

    6 Keuntungan Berkarir Sebagai HSE Officer

    Mungkin sebagian orang memilih berkarir sebagai HSE Officer karena kebetulan. Pada saat sedang menganggur tidak ada pekerjaan, kebetulan ada kenalan atau keluarga yang menawarkan pekerjaan sebagai HSE Officer.

    Namun jika dikenali lebih jauh, pekerjaan sebagai HSE Officer merupakan salah satu pilihan karir yang menjanjikan untuk jangka panjang. Kenapa bisa begitu?, berikut ini beberapa alasannya:

    Penerapan keselamatan dan Kesehatan kerja dan perlindungan lingkungan (K3L) merupakan tuntutan kebutuhan usaha dalam pemenuhan syarat perdagangan global.

    Pengaruh perdagangan global menuntut dunia usaha, pemerintah dan masyarakat untuk menerapkan (K3L) dalam rangka peningkatan efisiensi, efektivitas, kualitas usaha yang berkelanjutan guna mencapai produktivitas yang optimal. Kebutuhan yang luas ini memberikan peluang bagi seorang HSE professional untuk dapat diterima bekerja di industri manapun, baik secara nasional maupun secara global.

    Seorang HSE Officer memiliki akses pekerjaan secara menyeluruh di dalam perusahaan. Hal ini memberikan kesempatan untuk memahami flow process bisnis dari input hingga output.

    Dengan akses yang terbuka luas, maka HSE Officer memiliki kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan terkait core bisnis perusahaan. Dengan begitu, HSE Officer berpeluang menduduki posisi penting di dalam perusahaan.

    Bekerja sebagai HSE Officer akan selalu memberikan tantangan baru. Kondisi lingkungan kerja yang dinamis, persoalan di tempat kerja yang kompleks, semuanya adalah tantangan yang harus diselesaikan.

    Profesi HSE harus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan dunia bisnis. Kebijakan global menjadikan keselamatan kerja sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

    “Kuantitas dan kualitas profesional HSE masih perlu ditingkatkan”, hal ini termaktub di dalam Profil K3 Nasional Tahun 2022. Di dalam laporan tersebut juga dinyatakan bahwa angka Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja dengan tingkat fatality, trendnya masih meningkat dari tahun ke tahun.

    Dari data tersebut memberikan gambaran bahwa kebutuhan terhadap profesi HSE masih cukup tinggi di perusahaan skala nasional.

    Di dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 40 tahun 2012 tentang Jabatan-jabatan Tertentu yang dilarang diduduki Tenaga Kerja Asing, secara khusus menyebutkan bahwa penyelenggara keselamatan kerja pegawai (Occupational Safety Specialist).

    Penerapan keselamatan kerja adalah hal yang berkaitan dengan perilaku (habit), budaya (culture) dan hukum negara yang berlaku. Sebagai sesama anak bangsa, maka kita adalah yang paling kenal dengan perilaku, budaya dan hukum di negara kita sendiri. Inilah alasan jika seorang HSE Officer akan tetap menjadi tuan di rumah sendiri.

    Berdasarkan data yang dirilis oleh Persolkelly, sebuah perusahaan jasa pelayanan Human Resources menyatakan bahwa kisaran gaji bagi tenaga HSE di Indonesia mulai Rp 5.000.000,- hingga Rp. 125.000.000,- juta per bulan.

    Besaran gaji yang diterima oleh tenaga HSE bervariasi tergantung pada tingkat pengalaman kerja, dan jenis industri tempat ia bekerja.

    Bagaimana, apakah kamu tertarik memulai karir sebagai HSE Officer?

  • Mengenal HSE Officer, Profesi yang Sulit Tergantikan Oleh AI

    Mengenal HSE Officer, Profesi yang Sulit Tergantikan Oleh AI

    HSE Officer versus Artificial Intelligence

    Dari istilahnya, HSE adalah singkatan dari tiga kosa kata yakni: Health, Safety dan Environment. Dan jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, tiga kosa kata tersebut berarti Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan, atau disingkat K3L.

    Sementara Officer berarti petugas. Sehingga HSE Officer bisa diartikan sebagai jabatan seseorang yang bertugas mengawasi penerapan K3L di Perusahaan agar memenuhi persyaratan regulasi dan standar-standar dari Lembaga terkait.

    Ruang lingkup tugas dan tanggung jawab HSE Officer meliputi upaya pencegahan kecelakaan yang berakibat cedera (loss time injury), atau timbulnya penyakit akibat kerja (work related disease), kerusakan aset (property damage), dan pencemaran lingkungan (environmental pollution).

    Baca Juga!: Basic Training for HSE Officer

    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melahirkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Hal ini telah membawa perubahan besar dalam dunia kerja dan menyebabkan beberapa profesi hilang tergantikan oleh AI.

    Lalu bagaimana dengan Nasib HSE Officer?

    Melihat aspek-aspek pekerjaan bidang keselamatan kerja yang kompleks, dan berdasarkan beberapa alasan, maka dapat disimpulkan bahwa peran HSE Officer sulit atau bahkan tidak mungkin digantikan oleh AI.

    Berikut adalah beberapa alasan mengapa pekerjaan HSE Officer sulit tergantikan oleh AI:

    Pekerjaan HSE Officer berkaitan dengan risk assessment, penilaian situasional yang kompleks di tempat kerja. Mereka harus mampu menilai risiko kesehatan, keselamatan, dan lingkungan yang mungkin terjadi, serta membuat keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

    Kemampuan ini melibatkan pemahaman yang mendalam tentang kondisi fisik dan manusia di lingkungan kerja dan hal ini sulit untuk dilakukan sepenuhnya oleh AI.

    2. Kepemimpinan dan Persuasif

    Seorang HSE Officer tidak hanya bertanggung jawab untuk menerapkan kebijakan dan prosedur, tetapi juga untuk berinteraksi dengan pekerja dan manajemen.

    Mereka perlu memiliki kemampuan persuasif yang baik untuk memberikan pelatihan, memimpin pertemuan keselamatan, dan menyampaikan informasi tentang praktik terbaik dalam bidang kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.

    3. Kreativitas dan Adaptasi

    Lapangan kerja adalah lingkungan yang dinamis, HSE Officer sering kali harus berpikir secara kreatif dan mampu beradaptasi dengan cepat. HSE Officer harus mampu merancang solusi sesuai dengan situasi yang berkembang.  

    Untuk situasi seperti ini mungkin melibatkan aspek-aspek yang sulit diprediksi dan diuraikan oleh algoritma AI.

    4. Komunikasi, Konteks Budaya dan Regulasi

    Lingkungan kerja sering kali dipengaruhi oleh konteks budaya dan peraturan lokal yang kompleks. HSE Officer perlu memahami nuansa ini dan menyesuaikan pendekatan sesuai dengan kebutuhan spesifik tempat kerja tersebut.

    Bisa dibayangkan jika pekerjaan ini diserahkan sepenuhnya kepada AI yang hanya memahami regulasi tertulis, maka peraturan akan menjadi saklek. Hal ini rentan menimbulkan konflik karena AI tidak selalu mampu menginterpretasikan konteks budaya dan praktik kerja yang bersifat lokal dengan akurat.

    5. Tanggung Jawab Moral dan Etis

    Keputusan dalam bidang kesehatan, keselamatan, dan lingkungan sering kali memunculkan pertimbangan etis dan moral. HSE Officer harus dapat menyeimbangkan kepentingan berbagai pihak, termasuk pekerja, perusahaan, dan masyarakat luas, dalam membuat keputusan yang benar.

    Pertimbangan Moral dan etis tentu sulit dijangkau oleh AI yang selalu berpatokan pada hitungan matematis.

    Demikian beberapa alasan yang dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa peran HSE Officer memiliki banyak elemen yang sulit atau tidak mungkin digantikan oleh kecerdasan buatan atau AI dalam waktu dekat.

    Namun di satu sisi, AI dapat menjadi alat yang berguna dalam mendukung pekerjaan mereka, kehadiran manusia dalam peran ini tetap penting untuk memastikan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

    Referensi: